Sabtu, 17 April 2010

Tips memulai berburu beasiswa

Setelah beasiswaku lolos, banyak orang bertanya kepadaku: gimana caranya supaya bisa dapat beasiswa luar negri? Memang kuliah di luar negri dengan gratis plus diberi biaya hidup memiliki daya tarik yang kuat bagi banyak orang. Akhirnya, karena cukup sering menjawab pertanyaan ini, aku jadi punya formulanya. Berikut ku sharing detail poin-poinnya:

1. Ikuti milis beasiswa di beasiswa@yahoogroups.com. Di sini banyak bertebaran berbagai informasi terkait beasiswa:
    • Pengumuman beasiswa. Berbagai ragam jenis beasiswa dapat ditemui di sini, mulai dari dalam negri ataupun luar negri, mulai dari jenjang Undergraduate (S1), Postgraduate (S2, S3), PostDoctoral (riset setelah memiliki gelar doktor), maupun jenjang SMA, SMP.
      • Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk tiap proses beasiswa, seperti: mengisi formulir, melengkapi persyaratan pendaftaran, wawancara, mengurus visa, keberangkatan, jurusan yang dituju, proposal riset, dll.
      • Sharing pengalaman berburu dan mendapat beasiswa dari anggota.
      • Pengumuman kegiatan kepemudaan antar negara.
      • Tanya jawab individual mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi ketika berburu beasiswa.
      Dengan jumlah anggota puluhan ribu orang, milis ini termasuk aktif. Dalam waktu sehari (24 jam), email yang masuk rata-rata berjumlah 5-10 buah. Bagi yang tidak terbiasa membaca banyak email dalam rentang waktu harian perlu manajemen khusus. Hal ini disinggung pada file pengelolaan email yang diterima anggota ketika pertama mendaftar. Akan sangat membantu jika member memiliki mobile device yang memiliki fasilitas push email sehingga member dapat selalu menyimak tiap email yang masuk dari mobile device - nya.
      Saya pribadi menggunakan system daily digest yang hanya mengirim kompilasi email satu hari dalam satu email saja. Jadi berapa banyakpun member mengirim email, saya hanya menerima satu email dalam satu hari.
      Saya sudah cukup lama bergabung dalam milis ini. Di hari-hari awal, saya cukup bersemangat untuk membaca tiap email yang masuk. Tapi beberapa hari kemudian semangat itu hilang ditelan kosakata-kosakata aneh yang tidak saya mengerti, ditelan syarat-syarat pendaftaran yang belum bisa saya penuhi saat itu, ditelan banyaknya pengumuman beasiswa berbagai pilihan studi yang tidak sesuai dengan apa yang saya cari. Akhirnya folder email beasiswa saya sukses berisi ratusan email yang belum terbaca.
      Di situasi inilah kedisiplinan dan kesabaran diperlukan. Tetap tekun membaca informasi yang disediakan. Lama kelaman saya jadi mengerti pola kerja mencari beasiswa. Lama kelamaan saya jadi tahu apa yang harus saya persiapkan dan prioritaskan. Dan dengan membaca beberapa kisah perjuangan anggota lain, saya jadi bisa mengurangi rasa tidak percaya diri saya.

      2. Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris.
      Penguasan bahasa Inggris jelas sangat diperlukan. Mulai dari mengisi formulir pendaftaran, melengkapi surat-surat persyaratan, berdialog dalam prosesi wawancara, korespondensi dengan pihak luar, dan untuk nantinya bertahan hidup di negri orang perlu kemampuan berbahasa Inggris. Semakin dini memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, akan semakin mudah dan murah proses berburu beasiswa.
      Bagi yang mencari beasiswa di dalam negri juga perlu untuk meningkatkan kemampuannya. Universitas-universitas di tanah air sudah jamak meminta syarat nilai TOEFL tertentu untuk dapat diterima sebagai mahasiswa. Dan untuk di wisuda, syarat nilai tadi akan meningkat lagi angkanya.
      Cukup banyak saya dapati, orang yang secara akademik layak menerima beasiswa luar negri tapi gagal gara-gara tersandung skor tes Inggris. Sungguh sayang. Bagi mereka (dan kita semua), meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris penting untuk dilakukan.
      Ada tips bagus untuk memperlancar bahasa Inggris. Yang pertama adalah: main game berbahasa Inggris. Dan yang kedua: baca komik berbahasa Inggris. Sama-sama menyenangkan untuk dijalani. Aktifitas yang jauh dari rasa stres. Bahasa yang digunakan umumnya mudah untuk dimengerti. Kata-kata sulit dan kalimat majemuk yang membingungkan jarang ditemui. Tapi sukses mengantar saya mendapat skor institutional TOEFL diatas 500. Dan, hal itu terjadi tanpa saya perlu ikut kursus.
      Tahapan selanjutnya setelah main game dan baca komik adalah: baca majalah dan novel berbahasa Inggris. Kosakatanya lebih luas, kalimatnya bercabang-cabang. Jelas punya tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Untuk melatih listening, dengarkan rekaman percakapan dan audiobook novel Inggris. Audiobook adalah rekaman orang yang sedang membaca buku. Tersedia banyak di www.librivox.org. Rekaman percakapan biasanya memiliki tingkat kesulitan yang lebih rendah dibandingkan audiobook. Link-nya dapat ditemui dengan mudah dengan cara mencari via google dengan kata kunci "english conversation".
      Tips-tips diatas cocok untuk dipraktekkan bagi mereka yang ingin santai dalam belajar bahasa Inggris. Tapi jika kemampuan bahasa Inggris prima yang jadi target, bagaimanapun juga tetap harus belajar grammar, latihan soal, conversation, dan menulis dalam bahasa Inggris.

      Poin-poin di atas adalah tips versiku. Bersumber dari pengalamanku sendiri. Now, it’s up to you my friend. Monggo… jika berkenan, saranku diaplikasikan ….

      1 komentar: